Pembangunan Daerah

Penerima OTSUS

Penerima OTSUS

 Bagaimana seharusnya membangun
?

Pengantar

Sejak otonomi daerah digulirkan, dengan berbagai desentralisasinya; desentralisasi politik, desentralisasi adminitratif, desentralisasi ekonomi, serta desentralisasi fiskal maka setiap daerah di seluruh Nusantara
berlombah-lombah untuk mengembangkan dan memajukan daerahnya dengan berbagai pembangunan. Pemberian kewenangan untuk mengurus sendiri rumah tangga pemerintahannya; memberi keleluasaan bagi daerah sehingga daerah mampu menggali potensi yang ada di daerahnya secara efesien, efektif, mengelolah serta menghasilakan outcome (mamfaat) secara optimal, dan memberikan impact (dampak) potensi daerah kepada rakyat di daerahnya.

Dalam upaya memajukan daerah tersebut pemerintah daerah, (Pemda) dapat menggali potensi yang menjadi keunggulan di daerah dan keunggulan tersebut dapat di katakan sebagai sebuah sektor yang menonjol (ikon daerah) dan mampu menarik minat masyarakat untuk berpasrtisipasi sehingga kosentrasi masyarakat bertumpuh pada sektor tersebut dalam jangkah waktu tertentu yang telah di rencanakan dalam dokumen perencanaan pembangunan oleh para perencana pembangunan daerah.

Suku Dani, di Pinggiran Sungai Yamo. Pedalaman Papua.

Suku Dani, di Pinggiran Sungai Yamo. Pedalaman Papua.

Dengan kosentrasi masal yang tertupuh dalam salah satu sektor tersebut akan melahirkan sebuah wadah atau daerah yang nantinya dapat dikatakan sebagai daerah pertanian/kluister pertanian, dan yang dikemudian hari akan melahirkan kuister-kluister lainnya seperti; kluister industri, kluister pertambangan, dan lain-lain.

Setelah terbentuknya sebuah daerah dengan penunjang pertumbuhan pembangunan daerahnya, yakni; berbagai sektor/kluster yang telah dikemukakan dan dipetakkan maka dilakukan optimalisasi sember daya yang dimiliki oleh pemda (sdm; pegawai dan teknisi dan analis, kelembagaan; aturan main/perda) untuk menggali potensi daerah secara maksimal,
dan hasilnya dapat disalurkan sepenuhnya bagi kesejateraan masyarakat setempat sehingga keberadaan berbagai kluister tadi berdapak positif bagi masyarakat, yakni masyarakat terdorong untuk terlibat dalam upaya pemerintah dalam memajukan daerah dan bangsanya.

Case:

Seperti yang di ketahui secara umum bahwa; masyarakat dalam berhubungan dengan pemerintah; yakni dalam pengurusan admiinitrasi pemerntahan seperti pengurusan Surat-surat: SIUP, SITU, STNK, BPKB, SIM, KTP, akta kelahiran, akta kematian, HO, IMB, dan lain-lain selalu
mengelurkan biaya, baik biaya yang resmi maupun yang tidak resmi.

Masalahnya adalah apakah ada transparansi penggunaan anggaran yang jelas bahwa biaya yang mereka (Masyarakat) bayarkan, dipergunakan sepenuhnya untuk meningkatkan kesejateran rakyat ? nyatanya bahwa uang/dana yang di bayarkan oleh
rakyat tidak pernah ada timbal baliknya bagi kepetingan masyarakat dan ironisnya lagi Anggaran pembangunan yang sering di gelontorkan oleh pemerintah setiap tahunnya yakni APBD, DAU, DAK, dan Hiba realisasinya jauh dari kenyataan.

Dana Otsus

Dana Otsus

Lihat saja, jika dana tersebut di pergunakan untuk pengaspalan Jalan Raya. Analis terpercayai sudah menganalis bahwa dengan anggaran yang sekian maka umur penggunaan dari hasil sebuah proyek pengaspalan akan bertahan hingga beberapa tahun misalnya 10 tahun namun
kenyataannya umur jalan yang di aspal tersebut tidak sampai pada batas waktu yang di tentuhkan hanya dua-tiga tahun sudah hancur alias layu sebelum berkembang! Hal ini di alami oleh seluruh daerah namun yang paling para adalah kenyatan di Pulau Papau.

Oleh karena itu, di harapkan agar di pemilihan-pemilihan umum yang akan datang masyarakat di harapakan untuk dapat memilih dengan
jeli pemimpin yang paling tidak dapat mengatasi masalah-masalah kecil yang disampaikan dalam contoh kasus diatas.

Demikian, tulisan yang bersifat “kabualand” ini dapat di sampaikan, jika terdapat kalimat yang tidak sempurna maka diharapakn masukan yang bersifat konstruktif/membangun agar kedepan dapat menggores dengan lebih baik lagi. Osaigou’

Eliaser
Wanimbo

About these ads